Hot Best Seller

Shit Happens: Gue yang Ogah Kawin, Kok Lo yang Rese?!

Availability: Ready to download

Shit does happen in their life. But, still, life must goes on.... Lula, Sebastian, dan Langit. Tiga orang lajang yang hidup di kota besar bernama Jakarta dengan profesi berbeda. Jurnalis, penulis, dan editor. Love their life much, so damn proud of themselves, boast their freedom of life as an individual. ‘till one question ruins their [un]perfect life. Lula : I have a good Shit does happen in their life. But, still, life must goes on.... Lula, Sebastian, dan Langit. Tiga orang lajang yang hidup di kota besar bernama Jakarta dengan profesi berbeda. Jurnalis, penulis, dan editor. Love their life much, so damn proud of themselves, boast their freedom of life as an individual. ‘till one question ruins their [un]perfect life. Lula : I have a good job, I’m pretty, and, believe me, I’m not an airhead Paris-Hilton-like girl. I’m all what men need. Tapi, kenapa nggak ada cincin di jari manis gue? Sebastian : Mangoli (nikah)… cuma itu yang ada di pikiran Mama akhir-akhir ini. Katanya, menikah itu sumber kebahagiaan. Talk to yourself, Mom. Your marriage isn’t a picture of a happy life. Kenapa sih terus-terusan maksa aku nyari calon parumaen (menantu) dan menikah secepatnya? Langit : We were a perfect couple. ‘till, I found his affair. Then, he left me. He chose his latest partner, not me. This is my question. WHY ? So, this is not a story about perfect life. They just try HARD to make it perfect. *** ‘Shit does happen, bahkan tidak hanya di kamar mandi. Buku ini membuat gue berdecak dari, ehm, kalimat pertama sampai terakhir. Lucu, cerdas, dan membuat berpikir. Membaca dua editor super ini akhirnya ‘kawin’ dan beranak novel membuat gue berkesimpulan: awesomeness happens!’ –Raditya Dika, penulis korban editan mereka berdua. ‘Buku ini punya dialog yang kocak dan cerdas! I think any smart, sophisticated, mid and late 20s urban people dengan segala quarter life crisis-nya could really relate to the story.You know, shitty crisis which only makes us feel so smart, so strong, so wise, so different, so damn proud and sooo alive for having it. And even though we might not get through it well in the end but just to think, feel, and living it, it’s just…wow! Happy reading!’ (www.icharahmanti.com)


Compare

Shit does happen in their life. But, still, life must goes on.... Lula, Sebastian, dan Langit. Tiga orang lajang yang hidup di kota besar bernama Jakarta dengan profesi berbeda. Jurnalis, penulis, dan editor. Love their life much, so damn proud of themselves, boast their freedom of life as an individual. ‘till one question ruins their [un]perfect life. Lula : I have a good Shit does happen in their life. But, still, life must goes on.... Lula, Sebastian, dan Langit. Tiga orang lajang yang hidup di kota besar bernama Jakarta dengan profesi berbeda. Jurnalis, penulis, dan editor. Love their life much, so damn proud of themselves, boast their freedom of life as an individual. ‘till one question ruins their [un]perfect life. Lula : I have a good job, I’m pretty, and, believe me, I’m not an airhead Paris-Hilton-like girl. I’m all what men need. Tapi, kenapa nggak ada cincin di jari manis gue? Sebastian : Mangoli (nikah)… cuma itu yang ada di pikiran Mama akhir-akhir ini. Katanya, menikah itu sumber kebahagiaan. Talk to yourself, Mom. Your marriage isn’t a picture of a happy life. Kenapa sih terus-terusan maksa aku nyari calon parumaen (menantu) dan menikah secepatnya? Langit : We were a perfect couple. ‘till, I found his affair. Then, he left me. He chose his latest partner, not me. This is my question. WHY ? So, this is not a story about perfect life. They just try HARD to make it perfect. *** ‘Shit does happen, bahkan tidak hanya di kamar mandi. Buku ini membuat gue berdecak dari, ehm, kalimat pertama sampai terakhir. Lucu, cerdas, dan membuat berpikir. Membaca dua editor super ini akhirnya ‘kawin’ dan beranak novel membuat gue berkesimpulan: awesomeness happens!’ –Raditya Dika, penulis korban editan mereka berdua. ‘Buku ini punya dialog yang kocak dan cerdas! I think any smart, sophisticated, mid and late 20s urban people dengan segala quarter life crisis-nya could really relate to the story.You know, shitty crisis which only makes us feel so smart, so strong, so wise, so different, so damn proud and sooo alive for having it. And even though we might not get through it well in the end but just to think, feel, and living it, it’s just…wow! Happy reading!’ (www.icharahmanti.com)

30 review for Shit Happens: Gue yang Ogah Kawin, Kok Lo yang Rese?!

  1. 4 out of 5

    Fhily

    “Memaafkan hanya persoalan waktu ya, Lex?,” — Langit ( hal 269) “Ternyata Ikhlas itu nggak sekedar memahami.” — hal 274 “Memaafkan ternyata bisa menghancurkan racun-racun kenangan dari pikiran gue” — hal 275 semacam Novel ini menceritakan tentang tiga sahabat Lula, Langit dan Sebastian. Tiga sahabat yang mempunyai tiga karakter yang berbeda ini di prolog menceritakan tentang 'adu mulut' nama 'Ilalang' yang akan diberikan Langit kalau dia punya anak nanti. Tapi malah dikatain Lula kalau Ilalang “Memaafkan hanya persoalan waktu ya, Lex?,” — Langit ( hal 269) “Ternyata Ikhlas itu nggak sekedar memahami.” — hal 274 “Memaafkan ternyata bisa menghancurkan racun-racun kenangan dari pikiran gue” — hal 275 semacam Novel ini menceritakan tentang tiga sahabat Lula, Langit dan Sebastian. Tiga sahabat yang mempunyai tiga karakter yang berbeda ini di prolog menceritakan tentang 'adu mulut' nama 'Ilalang' yang akan diberikan Langit kalau dia punya anak nanti. Tapi malah dikatain Lula kalau Ilalang = Jembut x_x dengan segala persamaannya. Dan membuat percakapan itu semakin panas antara Ilalang vs Jembut.-_-. Well, akhirnya mereka tetap mencari nama-nama yang bisa untuk laki dan perempuan tapi ujung-ujungnya tetap beralih ke Ilalang vs Jembut -_-. Lula diceritakan disini adalah yang paling cewek banget. Dia punya segala sesuatu yang dibutuhkan Pria. Namun, sampai saat ini belum nikah juga. Karena memang dia belum mau nikah dulu dengan segala tetek bengeknya. Suatu saat dia dikejar deadline harus menghadiri pernikahan mantannya. Si Rachmat dan calon isterinya Pecunita Yuanita. Dari mulai lovehappens.com sampai berujung pada friendster dia jabanin untuk mendapat partner hanya untuk pergi ke acara pernikahan mantannya itu. Syiaaatt, adalah Dudi yang datang sebagai pangerannya menolongnya sebagai tambatan hatinya *caelah*. Sampai pesta tiba dan dengan bangga menggandeng Dudi. Setelah selesai pesta... ternyata semuanya tidak selancar yang diperkirakannya. Bagaimana jika Dudi mulai membicarakan pernikahan? Mengatur kehidupannya setelah menikah nanti? Dan menginginkan anak SEPULUH??? Oh! Shitt!!! Lain halnya dengan Sebastian, satu-satunya cowok diantara tiga serangkai ini, ditodong oleh mamanya untuk segera menikah. Tapi Gimana sih mama ini?? dia baru menertawakan temannya yang akan menikah. Cowok itu kalau sudah menikah artinya dia sudah kalah! Itu prinsipnya. Tapi sesuatu membuat hidupnya risi ketika Lula menyebut dirinya "Gay". Penasaran, dia coba mengecek kejantanannya. Tidak perlu dengan "melakukan sex dengan wanita kan" untuk menentukan dia gay atau nggak. Akhirnya dia memutuskan untuk mencobanya lewat sebuah situs online dan... hasilnya dia... 72% Gay gara-gara lelaki dengan celana dalam hitam yang seksi dan perempuan dengan underwear shocking purple yang norak abis. Menyadari ternyata dirinya mulai "sakit Gay" akhirnya, dia mencari cara untuk agar "sakit Gay"-nya ini tidak berkembang biak. Adalah Agnes seorang gadis yang konon menyukainya sewaktu SMA dimanfaatkannya untuk obat penawar sakit gay-nya itu. Awalnya mulus, namun seseorang bernama Steve muncul. Membuat semuanya sia-sia. Membuat dia lebih terjerumus dalam 'penyakitnya' itu. Sehingga dia memutuskan Agnes hanya untuk Steve. Namun bagaimana jika Steve tidak sesetia yang diperkirakannya? Bagaimana jika Sebastian mengaku bahwa dia Gay? Bagaimana jika dia diasingkan dari keluarganya? Oh!! Double Shitt!! Satu lagi, adalah Langit. Langit adalah yang jenis kelaminya tidak jelas diantara mereka bertiga. Apalagi sewaktu buat KTP dia malah mencoret jenis kelaminnya dan mengisinya dengan bulat. gue belum menentukan jenis kelamin gue. Begitulah katanya. Dia juga yang dengan tegas mengatakan dia tidak menikah bahkan kepada keluarganya. Suatu ketika dia menerima undangan di e-mail-nya. Undangan yang pernikahan dari mantannya Dean. Dean akan menikah. Sebenarnya, dia juga trauma dengan kisah masa lalunya dengan Dean yang lebih memilih laki-laki dibanding dirinya. Wait, sebelumnya... Langit ini perempuannya. Yap, mantannya itu Gay. Dan akan menikah dengan laki-laki juga haduuuh. Langit sangat kaget juga pas Sebastian mengakui kalau dia juga "Gay". Tentu saja dia teringat kembali akan kisah itu. Kisah masa lalunya dengan Dean. Adalah Alex, sahabat Dean yang ada di samping Langit saat Dean memutuskan untuk lebih memilih June dibandingkan Langit. Dialah yang menyuruh Langit untuk tetap mempertahankan Dean. Dan dia juga yang kini berada di samping Langit saat menghadiri pernikahan June dan Dean. Malam itu dia sadar akhirnya betapa hot-nya Alex itu. Dan ditambah lagi... Alex mulai jago nge-speak. Jadi? Akankah Langit menentukan pilihan gender-nya?? Jika dia belum bisa melupakan kenangan masa lalunya? Oh!! Triple Shitt! :p *** Pertama-tama... mau berterima kasih dulu, karena buku ini saya akhirnya nemu ayat Alkitab yang saya cari-cari. -_-v tentang Gay ._. soalnya waktu ada topik Obama sudah menghalalkan pernikahan sesama jenis di amrik ada yang menghina-hina umat kristen katanya ajaran di Alkitab begitu -_- and well, yeaaah... Roma 1:27 ternyata yang menentang perkawinan sesama jenis. So, Alkitab juga melarang! Oke kita tinggalkan tentang SARA dan O'ot ini. Disini banyak buka-bukaan tentang sex. Apalagi 3 sahabat ini pembicaraannya memang sekitar situ-situ. Kalau mereka bertemu pasti bahasnya kebanyakan tentang gituan x_x haduh. Ada part yang bikin saya ngakak XD. hahahaha. Tapi ceritanya kok gantung yah ._. Lula sama Sebastiannya nggak jelas. Yang agak jelas cuma Langit. (view spoiler)[ Ending: SMS Alex kepada Langit. Have I told you that I miss you today? Not Yet Miss u XD (hide spoiler)] Hawwwhh... Jadi suka deh sama cowok semacam Alex XD sweet gitu deh. Dia yang akhirnya bisa membuat Langit menentukan pilihan gender-nya XD Bdw, Karakter Sebastian jadi mengingatkan saya pada teman sekelas saya waktu SMA Bryan atau Iyan atau Ayen -_-. Kasian dia digosipin Gay sama teman-teman se-kost-nya. Hahaha. Trus sekarang dia jadi (sok) macho di FB ._. biar kelihatan cowok takutnya... jangan2 dia kayak Seb (?) Piss Ayeen... Canda :p

  2. 4 out of 5

    Nyi Penengah Dewanti

    Judul : Shit Happens: Gue yang ogah kawin kok elo yang rese?! By : Christian Simamora Sinopsis : Shit does happen in their life. But, still, life must goes on….Lula, Sebastian, dan Langit. Tiga orang lajang yang hidup di kota besar bernama Jakarta dengan profesi berbeda. Jurnalis, penulis, dan editor. Love their life much, so damn proud of themselves, boast their freedom of life as an individual. ‘till one question ruins their [un]perfect life. Lula : I have a good job, I’m pretty, and, believe Judul : Shit Happens: Gue yang ogah kawin kok elo yang rese?! By : Christian Simamora Sinopsis : Shit does happen in their life. But, still, life must goes on….Lula, Sebastian, dan Langit. Tiga orang lajang yang hidup di kota besar bernama Jakarta dengan profesi berbeda. Jurnalis, penulis, dan editor. Love their life much, so damn proud of themselves, boast their freedom of life as an individual. ‘till one question ruins their [un]perfect life. Lula : I have a good job, I’m pretty, and, believe me, I’m not an airhead Paris-Hilton-like girl. I’m all what men need. Tapi, kenapa nggak ada cincin di jari manis gue? Sebastian : Mangoli (nikah)… cuma itu yang ada di pikiran Mama akhir-akhir ini. Katanya, menikah itu sumber kebahagiaan. Talk to yourself, Mom. Your marriage isn’t a picture of a happy life. Kenapa sih terus-terusan maksa aku nyari calon parumaen (menantu) dan menikah secepatnya? Langit : We were a perfect couple. ‘till, I found his affair. Then, he left me. He chose his latest partner, not me. This is my question. WHY ? So, this is not a story about perfect life. They just try HARD to make it perfect. *** ‘Shit does happen, bahkan tidak hanya di kamar mandi. Buku ini membuat gue berdecak dari, ehm, kalimat pertama sampai terakhir. Lucu, cerdas, dan membuat berpikir. Membaca dua editor super ini akhirnya ‘kawin’ dan beranak novel membuat gue berkesimpulan: awesomeness happens!’ –Raditya Dika, penulis korban editan mereka berdua. ‘Buku ini punya dialog yang kocak dan cerdas! I think any smart, sophisticated, mid and late 20s urban people dengan segala quarter life crisis-nya could really relate to the story.You know, shitty crisis which only makes us feel so smart, so strong, so wise, so different, so damn proud and sooo alive for having it. And even though we might not get through it well in the end but just to think, feel, and living it, it’s just…wow! Happy reading!’ (www.icha.rahmanti.com ) Review : Shit Happen adalah hasil kolaborasi dari Christian Simamora dan windy Ariestanty, dua editor gagas media. Menceritakan persahabatan tiga manusia urban, Lula, Sebastian, dan Langit yang betah melajang. Sama-sama ogah nikah, sama-sama dituntut untuk segera menikah, dan sama-sama bekerja dibidang yang saling berkaitan: Jurnalis, editor, dan penulis. Prolog dibuka dengan bahasa yang sarkas khusus orang dewasa. Lihat disampul cover tertulis bacaan khusus orang (sok) dewasa. Saya bacanya agak memekik kecil di dalam hati “waow” berani sekali. Kata J***** menjadi perdebatan panjang untuk sebuah nama anak Langit kelak. Jadi kata J***** dianalogikan sama dengan calon anak Langit yang bernama Ilalang. The next penceritaan novelnya ditulis dengan sudut pandang masing–masing dari sisi Lula, Langit, dan Sebastian. Mereka masing-masing memiliki kisah tersendiri tapi saling berkaitan. Lula yang resah karena mendapat undangan dari mantan pacarnya untuk menghadiri pernikahan tapi dia tidak memiliki pasangan. Harus berusaha dengan gencar dalam waktu dekat untuk memiliki pasangan yang lebih dari Rahmat si mantan pacar. Masalahnya yang jadi calon istri si Rahmat ini sahabat dari Rahmat waktu jaman kuliah. Lula tidak terima makanya ingin balas dendam di hari pernikahan tersebut dengan menggandeng pasangan untuk dipamerkan bahwa Rahmat nggak ada apa-apanya dibanding pasangannya yang sekarang. Langit. Pekerja keras, kelaminnya benar-benar cewek. Tapi dia belum ingin memutuskan untuk menjadi cewek atau cowok. Bahkan saat pembuatan KTP dia tidak memilih apapun jenis kelaminnya, dan petugas kelurahan dibuat bingung karenannya. Langit trauma atas masa lalunya dengan cowok bule yang bernama Dean. Dean lebih memilih berselingkuh dengan laki-laki daripada wanita. Sampai Langit benar terluka, luka itu masih dibawanya hingga beberapa tahun kedepan. Dia mendapatkan sebuah email undangan dari Dean untuk mengahadiri pernikahan sesama jenis. Langit dilema antara datang atau tidak, antara bisa ikhlas memaafkan atau masih tenggelam ke dalam luka yang dipeliharanya. Sebastian. Deskripsinya menurut saya persis seperti penulis sendiri. Berbadan gede, dan Chuby. Atas keceplosan Lula waktu makan siang bersama, menyebutkan Sebastian Gay. Ia mulai ragu dengan dirinya sendiri sehingga mengikuti test ketertarikan antara dia normal atau gay. Cerita di flash back masa lalu dia saat sekolah mandi bersama dengan teman lelakinya. Hingga dia jadian dengan adik kelasnya Agnes, dan ternyata perasaan itu semakin menunjukkan ketertarikkannya lebih besar pada seorang Pria. Sebastian juga berani jujur kepada Mamanya bahwa dia berpacaran dengan seorang laki-laki yang bernama Steve. Bisa dibayangkan bagaimana seorang ibu yang melahirkan mendapati anaknya seperti itu, temukan jawabannya di dalam novel ini. Lalu ketiga sahabat itu saling mengisi dan mensuport sama lain menemukan cinta dan jati diri. Bahkan jika ketiganya hingga umur tiga puluh belum menemukan pasangan yang tepat. Sebastian memutuskan untuk meminang keduanya. Lula yang bagai anjing dengan kucing dengan Sebastian selalu dipisah oleh Langit jika mereka beradu mulut. Akankah ketiga mahluk ajaib ini menemukan pasangan cintanya? baca selengkapnya di novel Shit Happen. (*)

  3. 5 out of 5

    Sulis Peri Hutan

    read more: http://www.kubikelromance.com/2012/05... "Jangan buru-buru nuduh salah cetak atau salah bikin kalo cover buku ini terbalik. emang sengaja dan dilakukan dengan penuh kesadaran. Well, Shit Happens In Our Life. hidup kan 'ngga' melulu berjalan LINEAR, but STILL WE MUST GO ON." Setelah membaca kalimat di atas pada belakang sampul buku ini jadi ngeh, boleh juga idenya :) Bercerita tentang kehidupan tiga orang sahabat, Lula, Sebastian, dan Langit. Lula, dia siap nikah, hanya saja ada tiga hal y read more: http://www.kubikelromance.com/2012/05... "Jangan buru-buru nuduh salah cetak atau salah bikin kalo cover buku ini terbalik. emang sengaja dan dilakukan dengan penuh kesadaran. Well, Shit Happens In Our Life. hidup kan 'ngga' melulu berjalan LINEAR, but STILL WE MUST GO ON." Setelah membaca kalimat di atas pada belakang sampul buku ini jadi ngeh, boleh juga idenya :) Bercerita tentang kehidupan tiga orang sahabat, Lula, Sebastian, dan Langit. Lula, dia siap nikah, hanya saja ada tiga hal yang membuat dia tidak segera melakukannya: belum ada pasangan, belum mood, belon diburu deadline. Tapi, Lula seperti kebakaran jenggot ketika mendapat undangan pernikahan dari mantan pacarnya, merasa harga dirinya tersakiti, dia ingin datang dengan pasangan yang lebih dari mantannya itu dan menunjukkan kalo pilihannya salah, nyesel kenapa nggak sama dia aja nikahnya. Perburuan pun dimulai. Sebastian, nikah itu serem ya? "Ibaratnya tuh pernikahan adalah lorong panjang yang mengharuskan kita untuk jalan terus. Nggak ada istilah berbalik atau tiba-tiba berubah pikiran. Sekali kamu make cincin itu di jari manis, hidupmu selama sekian puluh tahun ke depan pun berubah." Mamanya selalu menyodorkan pertanyaan kapan nikah? Parahnya, gimana sikap Mamanya kalau tahu Sebastian lebih suka cowok daripada cewek? Merasa bingung dengan orientasi seksualnya, Seb mencari tahu apakah dia beneran gay. Dan kalo bener, berarti dia harus cari peyembuh, yaitu pacaran dengan cewek. Apakah caranya benar? Dan apakah isi hati bisa dibohongi? Langit, dia telah memplokamirkan diri di hadapan keluarga besarnya kalau tidak ada niat untuk menikah. Alasannya? Dia pernah disakiti oleh lelaki yang dicintainya, dia tidak terima kalo kenyataannya harus bersaing dengan laki-laki. Langit berperang dengan masa lalunya. "Kita nggak boleh terus-terusan menghindari realitas. Kita juga nggak boleh terus terkungkung dalam masa lalu." "Gue pengen melanjutkan hidup gue tanpa dibayangi rasa sakit di masa lalu." Bagian yang paling saya suka adalah ketika langit bertanya kepada Alex: "Lex. Gue mau menjual kenangan. Di mana ya?" "Di pesta pernikahan Dean. Aku bakal beli, kok." Pengen deh bungkus Alex #eh. Suka ceritanya, kadang hidup emang nggak semulus harapan kita. Ceritanya kocak, mengangkat issue pernikahan, apalagi kalau mereka bertiga bertemu dan mengobrol, anak-anak di bawah umur harus dihindarkan dari suara mereka. Nggak salah kalo ada warning bacaan khusus [sok] dewasa, haha, apalagi cerita dari sudut pandang Sebastian, sensor abessss XDD. Paling suka dengan tokoh Langit, sakit hatinya kerasa banget. Seb juga pantas diacungin jempol karena berani jujur. Untuk Lula, dia tipe orang kalo ngomong nyablak, to jleb point, nggak seru juga kalo nggak ada dia. Yang kurang dari buku ini adalah saya merasa konflik Lula dan Sebastian belum terselesaikan, masih menggantung, hanya kisah langit yang sudah ada pencerahannya. 3 sayap untuk Pelangi, Ilalang, dan Felix

  4. 5 out of 5

    Ihwan

    Shit Happens : Gue yang ogah kawin, kok elo yang rese?! Lula, Sebastian dan Langit. Tiga orang berlainan profesi tapi saling berkaitan (jurnalis, penulis dan editor) yang mempunyai satu persoalan yang sama yaitu: pernikahan. Mereka sama-sama diburu deadline untuk segera mengakhiri masa lajang baik itu oleh keluarga maupun lingkungan sekitar. Berbagai usahapun dilakukan, mulai dari cari kenalan di FS hingga pacaran ama mantan adik kelas di kampus. Berbagai macam halangan datang silih berganti dan Shit Happens : Gue yang ogah kawin, kok elo yang rese?! Lula, Sebastian dan Langit. Tiga orang berlainan profesi tapi saling berkaitan (jurnalis, penulis dan editor) yang mempunyai satu persoalan yang sama yaitu: pernikahan. Mereka sama-sama diburu deadline untuk segera mengakhiri masa lajang baik itu oleh keluarga maupun lingkungan sekitar. Berbagai usahapun dilakukan, mulai dari cari kenalan di FS hingga pacaran ama mantan adik kelas di kampus. Berbagai macam halangan datang silih berganti dan seakan ingin menyadarkan mereka bahwa mencari jodoh tak semudah membalikkan telapak tangan. Lula menyadari kalau persoalan bukan pada cowok-cowok yang selama ini dekat dengannya, tapi pada dirinya sendiri yang memang belum siap berkomitmen. Sebastian gagal menjalin hubungan dengan adik kelasnya karena mendapati bahwa dirinya sebenarnya seorang gay. Sedangkan Langit belum siap menjalin hubungan karena ‘trauma’ oleh penghianatan pacarnya di masa lalu. Bagaimanakah akhir kisah mereka? Silahkan baca sendiri cos kalau aku tulis di sini bisa bukan resensi dong namanya :p Dari segi kemasan fisik novel ini cukup menarik karena covernya sengaja dibuat terbalik, bukan karena salah cetak or salah bikin. Dari segi bahasa yang dipakai…ehm…sangat ‘vulgar’ dan blak-blakan! Sejak awal pembaca udah dikagetkan dengan prologue yang menyinggung-nyinggung tentang ‘bagian kecil’ human body yang sebenarnya sih konyol tapi…jujur, aku ga percaya akan menemukan kata ‘itu’ di sebuah novel. Tapi aku nyaman-nyaman aja bacanya, setidaknya bisa menambah perbendarahaan ‘umpatan’ ala orang barat. Lagian aku sendiri juga banyak menuliskan kata umpatan (Jiamput) dalam Xerografer. Kalau dari segi penulisan cukup bervariasi, ada sudut pandang dari tiap tokoh dan sudut pandang orang ketiga. Aku pernah menulis novel dengan sudut pandang tiap tokoh (tapi belum kukirim draft-nya cos beberapa pertimbangan) dan emang sulit banget karena kita dituntut untuk ‘masuk’ lebih dalam pada setiap tokohnya. Tentang isi dan konflik yang diangkat sebenarnya sudah pernah kubaca di novel2 yang lain, tapi penyajian Mbak Windy dan Mas Ino yang cukup unik-di dalam novel ada ilustrasi yang dibuat sendiri oleh Mas Ino-membuat novel ini tampil beda, fresh dan nggak bosen bacanya. Aku masih suka baca sesekali beberapa bagian kalo lagi nganggur. Mungkin minusnya ada pada kurangnya konflik atau konsekuensi yang dihadapi tiap tokohnya atas status lajang mereka-dalam hal ini dari masyarakat sekitar. Ketiga tokoh ini hanya terganggu oleh tuntutan menikah yang datang dari keluarga sendiri. Mungkin karena setting-nya di Jakarta kali ya dimana sikap tiap orang sudah individualis dan ga mau ikut campur urusan orang lain. Beda ama di daerah, kalau ada bujang atau perawan nggak kunjung nikah biasanya selalu ditanyain: kapan nikah…? Atau kalo ga gitu jadi bahan kasak-kusuk atau lebih parah lagi dicap NGGAK LAKU. What the ****!!

  5. 5 out of 5

    Oktabri

    Telat banget saya baru baca buku ini! Tapi, sumpah. Penasaran saya terbayarkan setelah melalap buku hasil pinjaman ini dalam beberapa jam. ;) Well, dalam karya duet Bang Ino dan Mbak Ndy ini, ada beberapa paragraf yang bikin alis saya bertaut di bab-bab pembuka. Bukan karena tiga tokoh utama (Seb-Ngit-Ul) berdebat masalah jembut-----hell yeah, JEMBUT!------Tapi karena saya merasa ada narasi yang berbelit. Atau mungkin hanya otak berkarat saya yg kurang mampu menangkap maksud dari dua editor senior Telat banget saya baru baca buku ini! Tapi, sumpah. Penasaran saya terbayarkan setelah melalap buku hasil pinjaman ini dalam beberapa jam. ;) Well, dalam karya duet Bang Ino dan Mbak Ndy ini, ada beberapa paragraf yang bikin alis saya bertaut di bab-bab pembuka. Bukan karena tiga tokoh utama (Seb-Ngit-Ul) berdebat masalah jembut-----hell yeah, JEMBUT!------Tapi karena saya merasa ada narasi yang berbelit. Atau mungkin hanya otak berkarat saya yg kurang mampu menangkap maksud dari dua editor senior ini. Setelah jalan menuju pertengahan bab, saya merasa teracuni. Konflik batin tiga sekawan ini benar-benar dikemas dengan ringan, lugas, dan apa adanya. Saya mendapat banyak pelajaran yang seharusnya tidak perlu saya ketahui sebagai seorang lelaki---langsung tunjuk saja, Seb, dengan proses metamofosisnya menjadi seorang Gay. Keseluruhan, novel ini cukup menghibur karena sudah membuat saya terkekeh, meringis, melongo, dan nahan geli selama beberapa jam. Saya memberi 3 bintang, dua untuk isi dan satu untuk cover yang non-linear. Buku ini layak dibaca, terkhusus bagi orang yang dewasa, merasa dewasa, matang secara usia dan pemikiran, dan tentunya gak munafik. Ehehe. *Pssst... Sebenarnya saya berharap ending dimana si Ngit alias Langit Biru bener-bener nancepin pisang ambon atau dildo dua arah ke situ.* :)

  6. 5 out of 5

    wali_yeah

    Premisnya sih bagus tentang tiga sahabat yang punya problems untuk menikah dan terkena berbagai halangan social di indonesia pada umumnya, tapi ceriitanya itu garing banget!!hambar saya bahkan tidak meneruskan dan langsung ke bagian akhir, tidak terasa klimaks, penasaran atau apapun cuma datar jadi sesuai judulnya. Shit Happens for me buying this books!!!

  7. 4 out of 5

    Sarlita Permatasari

    haha, yakin gk mw kawin lo? baca deh novel ini.hehe

  8. 5 out of 5

    Iyuscori

    Mengandung kata-kata bernuansa 18+ dan unsur LGBT. Menjelaskan kehidupan 'Jakarta-kinda-undercover' secara terang-terangan. Well, adegan seksualnya lebih 'waras' daripada novel Christian Simamora yang lain! Unsur humornya juga suka! Mengandung kata-kata bernuansa 18+ dan unsur LGBT. Menjelaskan kehidupan 'Jakarta-kinda-undercover' secara terang-terangan. Well, adegan seksualnya lebih 'waras' daripada novel Christian Simamora yang lain! Unsur humornya juga suka!

  9. 4 out of 5

    Adelia Ayu

    "Jangan buru-buru nuduh salah cetak atau salah bikin kalo cover buku ini terbalik. emang sengaja dan dilakukan dengan penuh kesadaran. Well, Shit Happens In Our Life. hidup kan 'ngga' melulu berjalan LINEAR, but STILL WE MUST GO ON." Setelah membaca kalimat di atas pada belakang sampul buku ini jadi ngeh, boleh juga idenya :) Prolog dibuka dengan bahasa yang sarkas khusus orang dewasa. Lihat disampul cover tertulis bacaan khusus orang (sok) dewasa. Aku bacanya agak memekik kecil di dalam hati “wa "Jangan buru-buru nuduh salah cetak atau salah bikin kalo cover buku ini terbalik. emang sengaja dan dilakukan dengan penuh kesadaran. Well, Shit Happens In Our Life. hidup kan 'ngga' melulu berjalan LINEAR, but STILL WE MUST GO ON." Setelah membaca kalimat di atas pada belakang sampul buku ini jadi ngeh, boleh juga idenya :) Prolog dibuka dengan bahasa yang sarkas khusus orang dewasa. Lihat disampul cover tertulis bacaan khusus orang (sok) dewasa. Aku bacanya agak memekik kecil di dalam hati “waow” berani sekali. "Beda! Ilalang itu tumbuhan. J**** itu bagian dari tubuh manusia," tukas Langit cepat-cepat. "Gue sengaja ngasih nama itu karena pengen anak gue kuat dan bisa bertahan di mana pun, kayak ilalang yang bisa tumbuh di mana-mana." "Dan, mati-matian pengen dibasmi orang," sanggah Lula, "sama kayak j*****." Pasti tau dong ya, yang aku sensor itu apa?! :p "...Once you fuck her, you'd face the consequence to marry her." The next penceritaan novelnya ditulis dengan sudut pandang masing–masing dari sisi Lula, Langit, dan Sebastian. Mereka masing-masing memiliki kisah tersendiri tapi saling berkaitan. "Cowok-cowok tuh yang tega, selama ini menilai cewek dari segi fisik aja. Ini saatnya cewek-cewek juga ngelakuin hal yang sama." Lula yang resah karena mendapat undangan dari mantan pacarnya untuk menghadiri pernikahan tapi dia tidak memiliki pasangan. Harus berusaha dengan gencar dalam waktu dekat untuk memiliki pasangan yang lebih dari Rahmat si mantan pacar. Masalahnya yang jadi calon istri si Rahmat ini sahabat dari Rahmat waktu jaman kuliah. Lula tidak terima makanya ingin balas dendam di hari pernikahan tersebut dengan menggandeng pasangan untuk dipamerkan bahwa Rahmat nggak ada apa-apanya dibanding pasangannya yang sekarang. Langit. Pekerja keras, kelaminnya benar-benar cewek. Tapi dia belum ingin memutuskan untuk menjadi cewek atau cowok. Bahkan saat pembuatan KTP dia tidak memilih apapun jenis kelaminnya, dan petugas kelurahan dibuat bingung karenannya. Langit trauma atas masa lalunya dengan cowok bule yang bernama Dean. Dean lebih memilih berselingkuh dengan laki-laki daripada wanita. Sampai Langit benar terluka, luka itu masih dibawanya hingga beberapa tahun kedepan. Dia mendapatkan sebuah email undangan dari Dean untuk mengahadiri pernikahan sesama jenis. Langit dilema antara datang atau tidak, antara bisa ikhlas memaafkan atau masih tenggelam ke dalam luka yang dipeliharanya. Sebastian. Deskripsinya menurutku persis seperti penulis sendiri. Berbadan gede, dan Chuby. Atas keceplosan Lula waktu makan siang bersama, menyebutkan Sebastian Gay. Ia mulai ragu dengan dirinya sendiri sehingga mengikuti test ketertarikan antara dia normal atau gay. Cerita di flash back masa lalu dia saat sekolah mandi bersama dengan teman lelakinya. Hingga dia jadian dengan adik kelasnya Agnes, dan ternyata perasaan itu semakin menunjukkan ketertarikkannya lebih besar pada seorang Pria. Sebastian juga berani jujur kepada Mamanya bahwa dia berpacaran dengan seorang laki-laki yang bernama Steve. Bisa dibayangkan bagaimana seorang ibu yang melahirkan mendapati anaknya seperti itu. *** "Tapi, buat ngurus anak kan nggak cukup modal sperma ama rahim doang, ya. Harus ada persiapan yang matang, baik dari sisi finansial ama mental." Hahaha. Suka ceritanya, kadang hidup emang nggak semulus harapan kita. Ceritanya kocak, mengangkat issue pernikahan, apalagi kalau mereka bertiga bertemu dan mengobrol, anak-anak di bawah umur harus dihindarkan dari suara mereka. Cerita dari sudut pandang Sebastian, sensor abessss :D Paling suka dengan tokoh Langit, sakit hatinya kerasa banget. Seb juga pantas diacungin jempol karena berani jujur. Untuk Lula, dia tipe orang kalo ngomong nyablak, to jleb point, nggak seru juga kalo nggak ada dia. Oh ya, suka banget sama bagian-bagian ini; Halaman 56 "Heh, Nyet, berapa sih umur lo sampai ngerasa perlu pake pelembap beginian?" Wahahahaha, aku yang idem banget sama Sebastian, males banget pake pelembapppp. Waktu Seb ngomong gitu ke Lula ya otomatis aku acungi jempol banget:D *ups, sorry yang sering pake pelembap :p Halaman 87 "Lang, kapan sih hari bego sedunia?" "Hm, emang ada? Wah, seru tuh!" "Ada." "Kapan, Ul?" "Hari ini." "O, ya? Kok lo bisa tau?" "Karena gue lagi ngomong ama orang yang mencanangkan hari itu sekarang." Hahahaaha :D Lagian Langit ngeselin banget sih, ya pasti Lulanya kesel banget :D Halaman 201 "Thanks, ya, Seb." "Buat?" "Karena udah mo jujur ama gue." "Thanks juga karena udah mau nerima gue." So damn sweet!!!!!!!!!!! :) Langit bener-bener sahabat yang nerima apa adanya :) Padahal Langit barusan nerima pengakuan dari Seb kalo dia gay. Yang kurang dari buku ini adalah aku merasa konflik Lula dan Sebastian belum terselesaikan, masih menggantung, hanya kisah langit yang sudah ada pencerahannya.

  10. 4 out of 5

    Richard

    Disaster.

  11. 4 out of 5

    Liana

    PINTOR AHA MA LABANA MANGOLI? -emang apa sih untungnya nikah (bahasa batak)- "Nikah itu serem ya? Terutama konsepnya--apa yang udah disatukan Tuhan nggak bisa dipisahkan oleh manusia. Berarti ibaratnya tuh pernikahan adalah lorong panjang yang mengharuskan kita untuk jalan terus. Nggak ada istilah untuk berbalik ato tiba tiba-tiba berubah pikiran. Sekali kamu make cincin itu dijari manis, hidupmu selama sekian puluh tahun kedepan pun berubah. Nggak ada lagi istilah dugem dengan temen, lirik-lirikan PINTOR AHA MA LABANA MANGOLI? -emang apa sih untungnya nikah (bahasa batak)- "Nikah itu serem ya? Terutama konsepnya--apa yang udah disatukan Tuhan nggak bisa dipisahkan oleh manusia. Berarti ibaratnya tuh pernikahan adalah lorong panjang yang mengharuskan kita untuk jalan terus. Nggak ada istilah untuk berbalik ato tiba tiba-tiba berubah pikiran. Sekali kamu make cincin itu dijari manis, hidupmu selama sekian puluh tahun kedepan pun berubah. Nggak ada lagi istilah dugem dengan temen, lirik-lirikan sama temen sekantor yang menarik. Semua aktivitasmu kini berporos dirumah, di mana ada istri dan anakmu menanti disana. Kau bahkan mungkin nggak bisa lagi melewatkan quality time dangan `saudara kecilmu` karena istrimu selalu menuntut bermain bertiga." hehe itu kutipan omongan Sebastian di SHIT HAPPENS gue yang ogah kawin, kok elo yang rese?! hehehe... novel yang kocak... lucu menghibur dan apa adanya... realistis banget!! yaya meski hiperbolis banget dalam beberapa ungkapannya *gpp sayah juga kan hiperbolawati... xixixi... so this is not a story about perfect life but.. They just try HARD to make it perfect. kisah pertemanan antara Lula , Langit dan Sebastian. yep sayah juga nemuin satu titik persamaan saya dengan si Lula xixixi sama sama sadomasokis hehe dsitu dicritain dia -Lula- yang menikmati kesakitannya mandangin undangan dari her exs boy yg merit ma sohibnya sendiri... bikin dia kebakaran jenggot xixixi.. ya kita sama di sadomasokisnya doang tapi tidak untuk urusan undangannya.... hm... juga nyritain ttg Langit yang masih blom mutusin milih jadi laki or perempuan hehe mang sinting tuh tokoh satu... yg brantem ma orang klurahan gara2 ga nulis kelamin co or ce tapi malah buletan doang... "nama , orang tua yang tentuin. Agama? juga warisan orang tua. Kelamin, Tuhan yang punya hak prerogatif. Terus hak gue apa sebagai manusia?" kata Langit. si sohibnya jawab... "Orientasi seksual lo!" xixixi... aku cekikian mulu mbaca nih buku hahahaha *ketawa guling-guling mode ON apalagi pas di awal paragraf di awal cerita bener... dimana tiga orang geblek ini ngobrolin ttg nama angen2 anaknya si Langit ntar... mo dikasi nama Ilalang eeeh dengan cueknya si Lula nyama2in nama ilalang dengan jembut wakakaka... *ketawa guling-guling mode ON sumpah musti baca biyar tau betapa gokilnya kak windy dan christian simamora -si pembikin buku ini- kontan aja si Langit gak trima ilalang disama-samain ama jembut dia misuh2 dan ngata2in si Lula dyslexia atau degradasi daya tangkap.... keknya banyak hal yang juga sama plek terjadi dikehidupan sayah sehari hari kekonyolan kebegoan dan ke gokilannya hehehehe dan dibagian akhir.... "the future should be a place where we will go, not something that will come to us where we are now." episod dimana Langit ngedatengin acara kawinan her exs boy -yg jadi gay dan akhirnya mutusin kawin ma pasangan gay-nya itu- hehe hepi ending story...

  12. 4 out of 5

    Mackarel

    Nemu di toko buku online bulan lalu, baru beres baca sekarang. Bingung kudu ngerating berapa, antara 1 karena faktor Lula atau 2 karena faktor Sebastian. Tapi Seb yang akhirnya menang, hehehe. 1. Kalo bisa halaman dedikasi penulis dibaca belakangan. Salah deh saya baca di awal, karena sepanjang baca terbayang-bayang kalau Seb dan Langit merupakan jelmaan para penulis sementara Lula adalah gadis yang sama2 dibahas penulis di halaman dedikasi mereka. 2. Males banget sama tokoh Lula karena dia oh-so- Nemu di toko buku online bulan lalu, baru beres baca sekarang. Bingung kudu ngerating berapa, antara 1 karena faktor Lula atau 2 karena faktor Sebastian. Tapi Seb yang akhirnya menang, hehehe. 1. Kalo bisa halaman dedikasi penulis dibaca belakangan. Salah deh saya baca di awal, karena sepanjang baca terbayang-bayang kalau Seb dan Langit merupakan jelmaan para penulis sementara Lula adalah gadis yang sama2 dibahas penulis di halaman dedikasi mereka. 2. Males banget sama tokoh Lula karena dia oh-so-drama, suka playing victim dan mulutnya minta dicuci pake sabun deterjen plus disenfektan. Dengan sungguh drama, dia memberi julukan Pecunita pada calon istri mantan pacarnya dan ngata2in nama calon anaknya Langit dengan J****. Rasanya saya pingin menyipitkan mata pada Lula sambil berkata pelan biar dia bisa membaca gerak bibir saya, "Enggak heran Rahmat ninggalin Anda. Bakal sengsara bener idupnya kalo kawin sama situ." 3. Di tengah baca saya liat lagi tahun terbit, tahun 2007. Pantes banyak kata 'secara' yang salah pakai, dulu happening banget ya. 4. Karena faktor 2007 juga, jaman orang masih belum aware soal julukan "autis" itu enggak banget. Di sini bertebaran istilah yang setara, banyak orang yang dikatai2n fisik, mungkin biar lucu atau malas deskripsi, tapi kebanyakan malah jadi slapstik. Contoh : nenek idiot penderita scizophrenia, Betina Pecunita, Anoreksia Buduk, Anoreksia Laknat, dst. 5. Sementara Seb (yang biarpun rada bocor tapi jujur) meredakan amarah saya yang disebabkan Lula, Langit malah tidak memberi kesan apa-apa, membosankan. Mungkin kalo Langit jadi tokoh novel yang membahas soal eksistensialis dan nihilisme, lebih cocok kali daripada dijajarkan sama dua temannya. Masalahya pun redundan banget, cuma mempertanyakan kelamin sambil ngelamunin mantan pacar. Pokoknya waktu Seb ngedatengin Langit sambil nyemprot Langit dan bilang, "Maleeesss.... Honey, how many times I already told you that it means nothing," aku ingin berteriak, "Baguuus Seeeb, aku juga udah maleeees.." Penulisnya dua orang editor beken, dan setidaknya sudah jadi jaminan kalau buku ini bacaan yang mudah dikunyah. Jadi tinggal tema dan cara penyampaiannya yang bakal jadi penentu apakah ini buku yang bakal Anda sukai atau enggak.

  13. 5 out of 5

    Yaya

    Buku ini Unik, GILA, jujur, blak-blakan banget! Diliat dari covernya aja nih udah beda banget, ya iyaalaah soalnya yang biasanya endorsernya ada di cover belakang..ini malah di depan, belum lagi cover belakangnya yang ada tulisan "Gue yang ogah kawin, kok elo yanh rese??" itu ngena banget, hehehehe. Di Shit Happens ada 3 karakter utama yang sahabatan akrab banget, saking akrabnya malah kalau cela-celaan jadi over banget. Nah ini makanya Yaya bilang buku GILA, jujur, blak-blakan banget, karenaaaa Buku ini Unik, GILA, jujur, blak-blakan banget! Diliat dari covernya aja nih udah beda banget, ya iyaalaah soalnya yang biasanya endorsernya ada di cover belakang..ini malah di depan, belum lagi cover belakangnya yang ada tulisan "Gue yang ogah kawin, kok elo yanh rese??" itu ngena banget, hehehehe. Di Shit Happens ada 3 karakter utama yang sahabatan akrab banget, saking akrabnya malah kalau cela-celaan jadi over banget. Nah ini makanya Yaya bilang buku GILA, jujur, blak-blakan banget, karenaaaa....2 penulisnya emang gak pakai basa-basi deh buat menggambarkan semua peristiwa, perbuatan dan obrolan di sini. Bener-bener yang baca bisa membayangkan langsung. Eh, cuman wondering aja niiih...buku ini kok bisa lolos badan sensor yaaa? hihihi, secara Shit Happens rada-rada vulgar gituuu. Terus-terang, baca buku ini bikin mikir juga. Iya..ya, ternyata selama ini banyak juga yang nganggep nikah itu buat menyenangkan orangtua, memenuhi setengah diennya kita dan anggapan-anggapan umum lainnya. Selain itu nih, di sini kita juga jadi belajar untuk jujur sama perasaan sendiri. Penulisnya dapet banget deeh menuangkan pelajaran "jujur pada perasaan sendiri" waktu Seb akhirnya ngaku ke mamanya tentang orientasi seksualnya. Kalau disuruh milih antara Langit, Lula dan Seb..Yaya paling suka sama Langit. Menurutku, Langit adalah perempuan apa adanya dan dia benar-benar sahabat yang hampir sempurna plus pas Langit bilang: Memahami orang lain memang nggak gampang. Tapi, jujur dengan diri sendiri ternyata lebih sulit. Glek, dalem bangeeet..hiks hiks. Buat Windy & Christian, gara-gara kalian aku jadi nangis bangeet pas Langit nanya ke Alex: "Gue mau menjual kenangan? Di mana ya?" Dan pas Alex jawab "Di pesta pernikahan Dean. Aku yang bakal beli, kok." That's sweet..

  14. 4 out of 5

    Aditya Arie Nugraha

    Shit does happen in their life. But, still, life must go on…. Lula, Sebastian, dan Langit. Tiga orang lajang yang hidup di kota besar bernama Jakarta dengan profesi berbeda. Jurnalis, penulis, dan editor. Love their life much, so damn proud of themselves, boast about their freedom of life as an individual. ’till one question ruins their [un:]perfect life. Lula: I have a good job, I’m pretty, and, believe me, I’n not an airhead Paris-Hilton-like girl. I’m all what men need. Tapi, kenapa nggak ad Shit does happen in their life. But, still, life must go on…. Lula, Sebastian, dan Langit. Tiga orang lajang yang hidup di kota besar bernama Jakarta dengan profesi berbeda. Jurnalis, penulis, dan editor. Love their life much, so damn proud of themselves, boast about their freedom of life as an individual. ’till one question ruins their [un:]perfect life. Lula: I have a good job, I’m pretty, and, believe me, I’n not an airhead Paris-Hilton-like girl. I’m all what men need. Tapi, kenapa nggak ada cincin di jari manis gue? Sebastian: Mangoli (nikah)… cuma itu yang ada di pikiran Mama akhir-akhir ini. Katanya, menikah itu sumber kebahagiaan. Talk to yourself, Mom. Your marriage isn’t a picture of a happy life. Kenapa sih terus-terusan maksa aku nyari calon parumaen (menantu) dan menikah secepatnya? Langit: We were a perfect couple. ’till, I found out about his affair. Then, he left me. He chose his latest partner, not me. This is my big question mark, WHY?? So, this is not a story about a perfect life. They just try HARD to make it perfect. Novel yang ditulis oleh Christian Simamora dan Windy Ariestanty ini menceritakan persahabatan tiga orang beserta masalah-masalah yang dialami masing-masing tokohnya. Tiga orang yang pada awalnya dipertemukan oleh alasan pekerjaan tersebut memiliki masalahnya masing-masing dalam membina hubungan dengan pasangan. Meskipun banyak kisah yang menjadi ‘bumbu penyedap’, masalah-masalah tersebutlah yang menjadi topik utama novel ini. Selengkapnya, baca di http://noegroz.wordpress.com/2008/01/....

  15. 4 out of 5

    Nines

    baru mulai baca koq.. tertarik krn ada per-batak-annya.. hehe.. ntar gw apdet lgai deh nih review.. 7.46pm klo ga salah gw tulis comment di atas jam 3-an deh.. and now i'm here just finish reading the book and ready to write some comments bout this book.. hehe.. ceritanya enteng, simple, light just like any chicklit, teenlit or whatever this genre named.. sbenarnya i'm not a chicklit or teenlit fans, nor a good novel's reader. i'm more to manga. (haHahA.. lbih parah kan! keliatan degree iq-nya dim baru mulai baca koq.. tertarik krn ada per-batak-annya.. hehe.. ntar gw apdet lgai deh nih review.. 7.46pm klo ga salah gw tulis comment di atas jam 3-an deh.. and now i'm here just finish reading the book and ready to write some comments bout this book.. hehe.. ceritanya enteng, simple, light just like any chicklit, teenlit or whatever this genre named.. sbenarnya i'm not a chicklit or teenlit fans, nor a good novel's reader. i'm more to manga. (haHahA.. lbih parah kan! keliatan degree iq-nya dimana) EGP ceritanya ttg friendship. (i love this theme) Lula, Sebastian n Langit. then i realise that i once had a friendship just like them.. two freak girls and one gay. and i more to Lula than Lintang. me and my gay friend fought most all the time.. he kept torturing me with his silet words.. but it was long time ago..when we workd at the same company.. and after i read how beautiful a friendship is.. i suddenly missing them.. hiks.. miss those moments.. Life is all about memory, right? :D ada beberapa statements yang menurutku oke and layak utk di cited or quoted... i will do it later.. hehehe last thing... Lintang finally the only one who will succeed in making new love relationship with a cute-calm- alexei. klo ada alexei beneran as described by lintang on this novel... mauu dooonngg peseenn satuuu!! :D yah.. i can only give 4 stars for you, christian & windy.. :)

  16. 4 out of 5

    Bagus Tito

    KECEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE! Mungkin itulah satu kata yang mewakili semua perasaan gue setelah berhasil menamatkan novel ini. Hmmm... oke, gue ngebaca Shit Happens sebenarnya udah agak lama. Sekitar dua (atau dua setengah tahun) yang lalu. Waktu itu, nggak sengaja dapet di rak diskonan toko buku Gramedia (*digaplok*) Well, soal ceritanya, tentang tiga orang sahabat: Lula, Seb(abstian) dan Langit. Tiga orang sahabat dengan segala keabsurdan dalam diri mereka masing-masing. Oke, sebut saja Lula yang KECEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE! Mungkin itulah satu kata yang mewakili semua perasaan gue setelah berhasil menamatkan novel ini. Hmmm... oke, gue ngebaca Shit Happens sebenarnya udah agak lama. Sekitar dua (atau dua setengah tahun) yang lalu. Waktu itu, nggak sengaja dapet di rak diskonan toko buku Gramedia (*digaplok*) Well, soal ceritanya, tentang tiga orang sahabat: Lula, Seb(abstian) dan Langit. Tiga orang sahabat dengan segala keabsurdan dalam diri mereka masing-masing. Oke, sebut saja Lula yang udah dipaksa kawin sama emaknya, Seb yang didiagnosa sebagai gay, serta Langit yang nggak mau disebut cewek, pun nggak mau juga disebut cowok. Hal pertama yang ngebuat gue suka adalah ceritanya yang beda. Fresh, menggelitik serta ditulis dengan gaya bahasa yang 'seenak jidat' namun begitu enak untuk dinikmati. Gue suka bagaimana Bang Chris dan Mbak Windy Ariestanty berkolaborasi buat menulis novel ini. Karakter-karakter yang mereka ciptakan juga hidup dan mampu membuat gue mikirin gimana bentuknya mereka, haha. At least, rating lima bintang rasanya nggak berlebihan. Gue suka ceritanya, kovernya yang kreatif serta ilustrasi-ilustrasi kecil dalam buku yang bikin gue cukup ngakak.

  17. 5 out of 5

    Meinar

    Well, mungkin hampir sama dengan comment2 warga goodreads, kalo buku ini memang 'menipu' pada awalnya. Salut untuk kesuksesan cover design yang membuat saya tertarik untukbeli buku ini, karena bisa membuat saya penasaran dengan ceritanya. Saya pikir, kalo ide covernya saja sekreatif ini, barangkali pun dengan isinya. Ternyata, ya itu tadi, saya lumayan tertipu. Isi ceritanya gak beda jauh dengan novel2 metropop kebanyakan. Menceritakan tiga orang tokoh utama, yang punya karakter gabungan dari beb Well, mungkin hampir sama dengan comment2 warga goodreads, kalo buku ini memang 'menipu' pada awalnya. Salut untuk kesuksesan cover design yang membuat saya tertarik untukbeli buku ini, karena bisa membuat saya penasaran dengan ceritanya. Saya pikir, kalo ide covernya saja sekreatif ini, barangkali pun dengan isinya. Ternyata, ya itu tadi, saya lumayan tertipu. Isi ceritanya gak beda jauh dengan novel2 metropop kebanyakan. Menceritakan tiga orang tokoh utama, yang punya karakter gabungan dari beberapa tokoh2 metropop sekaligus (bingung kan?). Ada Sebastian, laki2 yg punya masalah dengan orientasi seksualnya. Ada Langit, perempuan (atau?) yang bingung dengan gendernya sendiri. Ada Lula, perempuan so chicklit yg punya masalah dengan getting the one. Karena karakternya yg sudah umum, membuat saya rada bosan baca cerita ini. Ditambah lagi saya kurang menikmati alur dan gaya berceritanya yg agak cenderung 'maksa' (menurut saya lho). Buku ini merupakan hasil keroyokan dua editor yg sudah cukup 'terdengar' di jagad metro pop. Namun, entah kenapa saya justru lebih suka dengan karya individual mereka.Yah, memang tidak mudah menyatukan dua persepsi sekaligus.

  18. 4 out of 5

    Elketw

    Category: Books Genre: Literature & Fiction Author: Christian Simamora Ini buku non terjemahan pertama yang gue baca sejak sekiaaaaaan lamanya. Seinget gue buku pengarang Indo terakhir yg gue baca adalah serial Lupus dan Olga jaman SMP dulu. Akhirnya setelah sekian lama itu saya memberanikan diri untuk baca buku yang satu ini. Setelah membaca resensi dibalik buku. Hasilnya ??? I dont like it ... Nyesel beli buku ga penting gini... Sebenernya bahasanya cukup seger dan lincah cuma inti ceritanya cet Category: Books Genre: Literature & Fiction Author: Christian Simamora Ini buku non terjemahan pertama yang gue baca sejak sekiaaaaaan lamanya. Seinget gue buku pengarang Indo terakhir yg gue baca adalah serial Lupus dan Olga jaman SMP dulu. Akhirnya setelah sekian lama itu saya memberanikan diri untuk baca buku yang satu ini. Setelah membaca resensi dibalik buku. Hasilnya ??? I dont like it ... Nyesel beli buku ga penting gini... Sebenernya bahasanya cukup seger dan lincah cuma inti ceritanya cetek banget. Gue seperti mambaca buku yang ga membawa pesan sama sekali. Dan yang bikin tambah sebel adalah transformasi Seb yg dari straight guy manjadi Gay diceritain secara detail ... bikin gue tambah eneg sama buku ini. Membaca buku yang isinya laki2 memuji ukuran penis laki2 lain yang XXL sama sekali ga membuat gue terhibur. C'mon kalo gue tau buku ini banyakan menceritakan ttg hubungan kaya gini ga bakal banget deh gue beli.

  19. 5 out of 5

    Almira Nuringtyas

    3 stars :) Gak butuh waktu lama buat nyelesein nih buku. Bacaan yang ringan tapi juga berat, tentang isu " pernikahan". Awal prolognya sih agak ngebosenin, gue hampir ingin meletakkan buku ini dulu dan beralih ke bacaan lain, tapi karena penasaran juga dengan kelanjutan trio gendeng Seb-Lula-Langit ini ya diteruskan aja. Untuk gaya bahasa, sejujurnya kurang suka ya, selera pribadi sih, tapi gue lebih suka sama gaya bahasa yang "kalem" macam tulisannya Kak Prisca atau Kak Winna, sedangkan gaya bahas 3 stars :) Gak butuh waktu lama buat nyelesein nih buku. Bacaan yang ringan tapi juga berat, tentang isu " pernikahan". Awal prolognya sih agak ngebosenin, gue hampir ingin meletakkan buku ini dulu dan beralih ke bacaan lain, tapi karena penasaran juga dengan kelanjutan trio gendeng Seb-Lula-Langit ini ya diteruskan aja. Untuk gaya bahasa, sejujurnya kurang suka ya, selera pribadi sih, tapi gue lebih suka sama gaya bahasa yang "kalem" macam tulisannya Kak Prisca atau Kak Winna, sedangkan gaya bahasa nih buku terkesan berisik dan vulgar banget, yang kadang kadang bikin gue enek sendiri saat ngebayangin adegannya hehe-_-vv Buat cerita sendiri, favorit gue Langit. Suka sama ending dari ceritanya. Tapi kok, ending ceritanya Seb sama Lula gak jelas ya? Jadi terkesan nanggung gitu. Covernya keren sih, gagas sebenernya emang udah juaranya cover yah dari dulu. Yah, i just like it. Tapi nggak cukup buat ninggalin kesan tersendiri di benak gue.

  20. 5 out of 5

    Caca Venthine

    haa Haaaa HAHAHAHAHAHAHA!! Kampret banget nih novel. Dari yang gue mesem, ketawa, sampe ngakak bacanya. Kok ya bisa biking cerita acak kadut gini? Inti ceritanya tentang tiga sahabat, 2 cewek 1 cowok dengan profesi berbeda. Masing2 dituntut keluarganya buat merit. Satu persatu kejadian terjadi Dan bikin hidup mereka tak sama lagi *ceilaaahh* Lula, yang ditinggal kawin mantan pacarnya masih ngerasa sakit hati. Langit, yang dikhianati pacarnya, yang ternyata adalah seorang gay. Pacarnya yang gay ini haa Haaaa HAHAHAHAHAHAHA!! Kampret banget nih novel. Dari yang gue mesem, ketawa, sampe ngakak bacanya. Kok ya bisa biking cerita acak kadut gini? Inti ceritanya tentang tiga sahabat, 2 cewek 1 cowok dengan profesi berbeda. Masing2 dituntut keluarganya buat merit. Satu persatu kejadian terjadi Dan bikin hidup mereka tak sama lagi *ceilaaahh* Lula, yang ditinggal kawin mantan pacarnya masih ngerasa sakit hati. Langit, yang dikhianati pacarnya, yang ternyata adalah seorang gay. Pacarnya yang gay ini nikah sama gay juga uugghhh Sebastian, yang awalnya ngerasa dirinya normal, ternyata gay juga. Pacaran sama gay, tapi pacarnya selingkuh juga. Ya intinya gitu. Bahasa yang dikemas bener2 menarik Dan enak dibaca banget. Berasa lagi denngerin orang ngomong di depan Mata gue aja. Jangan2 emang INI kisah nyata yaaa haha..

  21. 5 out of 5

    Anto

    hmm... sampulnya kreatif.. bikin saya ketipu.. 2 kali!! 1) pas baru beli, buka, n mencoba untuk baca.. tapi kok tulisannya kebalik gini ya..?? 2) setelah baca beberapa halaman, trus ditinggal bentar (sambil ditutup dulu bukunya). pas mau baca lagi... kok tulisannya kebalik lagi... d'oh..!! (ampir aja ngga diterusin bacanya gara2 pundung. untung saya orangnya sabar...) setelah saya teruskan membaca, walaupun mengusung tema 'nikah-nikahan' dan mencantumkan pria berlabel 'gay', ternyata ngga sebagus 'm hmm... sampulnya kreatif.. bikin saya ketipu.. 2 kali!! 1) pas baru beli, buka, n mencoba untuk baca.. tapi kok tulisannya kebalik gini ya..?? 2) setelah baca beberapa halaman, trus ditinggal bentar (sambil ditutup dulu bukunya). pas mau baca lagi... kok tulisannya kebalik lagi... d'oh..!! (ampir aja ngga diterusin bacanya gara2 pundung. untung saya orangnya sabar...) setelah saya teruskan membaca, walaupun mengusung tema 'nikah-nikahan' dan mencantumkan pria berlabel 'gay', ternyata ngga sebagus 'marriageable'-nya riri sardjono tuh.. di novel ini ga ada puncak yang terlalu tinggi. emosi ngga kebawa. konflik biasa2 aja. datar-datar aja. hmm... ngga terlalu bagus... tapi buat ngisi waktu luang dan ketawa-ketawa (karena udah ketipu dua kali sama sampulnya yang aneh), lumayan lah..!!

  22. 4 out of 5

    Monica M

    1. bab pembukanya kepanjangan, bertele-tele dan bolak balik hanya ngomongin 1 hal yang sebenarnya ngga perlu diomongkan panjang-panjang begitu. bab penutup mirip-mirip bab pembukanya, untungnya ga kepanjangan :) 2. ceritanya biasa aja, mengupas topik2 dewasa. Ada yang menambah pengetahuan juga hahaha dan sedikit nostalgia, salah satunya tentang The Animal Song-nya Savage Garden yang videoklip nya tentang parade itu, atau friendster. Ada beberapa momen kocak juga. 3. ini yang paling mengganggu bua 1. bab pembukanya kepanjangan, bertele-tele dan bolak balik hanya ngomongin 1 hal yang sebenarnya ngga perlu diomongkan panjang-panjang begitu. bab penutup mirip-mirip bab pembukanya, untungnya ga kepanjangan :) 2. ceritanya biasa aja, mengupas topik2 dewasa. Ada yang menambah pengetahuan juga hahaha dan sedikit nostalgia, salah satunya tentang The Animal Song-nya Savage Garden yang videoklip nya tentang parade itu, atau friendster. Ada beberapa momen kocak juga. 3. ini yang paling mengganggu buat saya. Ngga suka banget dengan porsi dialog inggris yang kelewat banyak antar tokoh utama. Bukannya sok nasionalis ato apa, tapi rasanya lama-lama giung gitu kalo hampir semua percakapan ada inggrisnya (sedangkan tokoh bulenya cuma muncul selintas2 doank juga). Ato orang-orang muda metropolis memang kaya begini gaya ngobrolnya ya?

  23. 4 out of 5

    Alya N

    Tau deh, mungkin karena ngebaca blurb-nya bagus, jadi udah terlanjur ngarep tokoh2 dan jalan ceritanya menyenangkan, ternyata enggak :( Langit, Lula, Sebastian. Tiga2nya nggak ada yang memenuhi harapan. Sebastian yang gue harepin bakalan laki banget, eeeh ga taunya doi klemar-klemer lembek. Gay pula. Yahhh, nambah bertumpuk deh kekecewaannya. Dari halaman awal aja kening gue udah mulai dibikin berkerut dengan pembahasan mereka bertiga tentang "jemski" dan "ilalang" yang menurut gue persis obat nya Tau deh, mungkin karena ngebaca blurb-nya bagus, jadi udah terlanjur ngarep tokoh2 dan jalan ceritanya menyenangkan, ternyata enggak :( Langit, Lula, Sebastian. Tiga2nya nggak ada yang memenuhi harapan. Sebastian yang gue harepin bakalan laki banget, eeeh ga taunya doi klemar-klemer lembek. Gay pula. Yahhh, nambah bertumpuk deh kekecewaannya. Dari halaman awal aja kening gue udah mulai dibikin berkerut dengan pembahasan mereka bertiga tentang "jemski" dan "ilalang" yang menurut gue persis obat nyamuk bakar, muter-muter ga ada ujungnya (omg, it's such a new diction of me. hahaha). Segi cerita juga ga tau kenapa ga berbekas, kayak enggak aja gitu. Konflik yang muncul, mulai dari Lula dg mantannya, Seb dg orientasi seksualnya, Langit dg keyakinan gendernya, semuanya cuma bisa bikin kita, khususnya gue, bergumam 'ih...apasih...'

  24. 4 out of 5

    Rhein

    It was ok as 2 stars gw kasih karena bahasa novelnya komunikatif, ringan, nggak perlu mikir, dan cover yang kreatif. Kalau nggak bener2 baca dari awal, udah mau gw balikin ni novel yg gw sangka cacat.. sayangnya, Gw bingung baca buku ini.. Pertama karakter yang nggak terbangun secara kuat. Gw sering kebolak balik antara 2 tokoh cewek. Kedua, banyak banget adegan lagi makan... Setiap kumpul bertiga hampir selalu makan. Ketiga, semua tokoh ini hobi jalan ke resto atau tempat nongkrong yang setahu It was ok as 2 stars gw kasih karena bahasa novelnya komunikatif, ringan, nggak perlu mikir, dan cover yang kreatif. Kalau nggak bener2 baca dari awal, udah mau gw balikin ni novel yg gw sangka cacat.. sayangnya, Gw bingung baca buku ini.. Pertama karakter yang nggak terbangun secara kuat. Gw sering kebolak balik antara 2 tokoh cewek. Kedua, banyak banget adegan lagi makan... Setiap kumpul bertiga hampir selalu makan. Ketiga, semua tokoh ini hobi jalan ke resto atau tempat nongkrong yang setahu gw mahal.. Nah, emang gaji editor, penulis, dan reporter gede banget ya sampe2 bisa sering2 ke tempat nongkrong yang mahal. Keempat, too much conversation dan kurang narasi. Overall, it was ok..

  25. 5 out of 5

    Rido Arbain

    Suka dengan gaya bahasa yang dipakai oleh kedua penulis. Ringan, lugas, dan komunikatif. Tapi saking komunikatifnya, novel ini jadi terlalu banyak dialog dan minim narasi. Narasi PoV 1 pun jadi kayak dialog. Di bab-bab awal, susah bedain karakter Lula dan Langit yang nyaris sama. Seb juga hampir sama sih, cuma bedanya tokoh cowok ini pakai pronomina 'aku'. Lula si Jurnalis, Langit si Editor, dan Seb si Penulis ini sebenarnya punya problem yang sama juga. Sama-sama nggak berkomitmen buat nikah, d Suka dengan gaya bahasa yang dipakai oleh kedua penulis. Ringan, lugas, dan komunikatif. Tapi saking komunikatifnya, novel ini jadi terlalu banyak dialog dan minim narasi. Narasi PoV 1 pun jadi kayak dialog. Di bab-bab awal, susah bedain karakter Lula dan Langit yang nyaris sama. Seb juga hampir sama sih, cuma bedanya tokoh cowok ini pakai pronomina 'aku'. Lula si Jurnalis, Langit si Editor, dan Seb si Penulis ini sebenarnya punya problem yang sama juga. Sama-sama nggak berkomitmen buat nikah, dengan alasannya masing-masing. Tapi di ending, konklusinya cuma buat tokoh Langit. Nasib Seb dan Lula dibiarkan gantung. Nggak memuaskan! *banting dildo*

  26. 5 out of 5

    Ulfa

    Well, it's kinda under my expectation. Awalnya saya kira - mengingat tagline 'Gue yang ogah kawin, kok elo yang rese?!' - bakal BANYAK cerita tentang: 1. alasan tokoh-tokohnya berstatus 'not married (yet)', 2. pandangan sinis dan pertanyaan orang lain tentang hal itu and, 3. how they deal with it. But (I thought) I was wrong. Tiga poin yang saya sebutkan tadi justru tidak banyak. Malahan, mayoritas cerita yang di angkat adalah tentang pengalaman dating dan orientasi seksual tokoh-tokohnya. BUT, terl Well, it's kinda under my expectation. Awalnya saya kira - mengingat tagline 'Gue yang ogah kawin, kok elo yang rese?!' - bakal BANYAK cerita tentang: 1. alasan tokoh-tokohnya berstatus 'not married (yet)', 2. pandangan sinis dan pertanyaan orang lain tentang hal itu and, 3. how they deal with it. But (I thought) I was wrong. Tiga poin yang saya sebutkan tadi justru tidak banyak. Malahan, mayoritas cerita yang di angkat adalah tentang pengalaman dating dan orientasi seksual tokoh-tokohnya. BUT, terlepas dari itu semua, I enjoy the way both authors tell the stories. Nyablak-nyablak sendu gitu ;)

  27. 5 out of 5

    Cahyo Sukaryo

    Hasil kolaborasi 2 (dua) editor yg udah lumayan beredar. Benar2 mengecewakan, dan, dalam satu sisi, mengherankan -- mengingat mereka berdua adalah editor berpengalaman. Buku ini sungguh tidak layak dibaca! Awalnya agak ragu mau memuat review atas buku ini di blog gue. Soalnya ini kan menyangkut ego, hasil kerja, dan, terutama, periuk nasi seseorang.. (walau gondoknya nggak ilang gara2 merasa dirugikan udah beli buku itu, dan udah ngebaca nya.. hehe) Sederhana saja, karena orang indonesia mengangga Hasil kolaborasi 2 (dua) editor yg udah lumayan beredar. Benar2 mengecewakan, dan, dalam satu sisi, mengherankan -- mengingat mereka berdua adalah editor berpengalaman. Buku ini sungguh tidak layak dibaca! Awalnya agak ragu mau memuat review atas buku ini di blog gue. Soalnya ini kan menyangkut ego, hasil kerja, dan, terutama, periuk nasi seseorang.. (walau gondoknya nggak ilang gara2 merasa dirugikan udah beli buku itu, dan udah ngebaca nya.. hehe) Sederhana saja, karena orang indonesia menganggap kritik adalah tanda permusuhan.. bukan nya sebuah kepedulian atau pembuktian rasa cinta All and all, nice try, and godspeed for your next project! *grin

  28. 4 out of 5

    Dion Yulianto

    Buku yang ampun urban banget dah. Ngak ada sensor sensornya, sepertinya para tokohnya terlalu menjunjung tinggi kebebasannya sbg manusia urban Jakarta shg mengabaikan nilai nilai masyarakat. Buku ini jdnya lbh sperti pemberontakan thd kata si anu dan kata si ini yang begini dan begitu. Emnag resek sih, tp that Indonesia. Kalau mau tentram, memang harus ada kenyamanan yg dikorbankan. Yg terbaik emang di tengah2, tdk antipati tp jg tdk total mengamini. NB: saya kurang suka gaya bahasa para tokoh y Buku yang ampun urban banget dah. Ngak ada sensor sensornya, sepertinya para tokohnya terlalu menjunjung tinggi kebebasannya sbg manusia urban Jakarta shg mengabaikan nilai nilai masyarakat. Buku ini jdnya lbh sperti pemberontakan thd kata si anu dan kata si ini yang begini dan begitu. Emnag resek sih, tp that Indonesia. Kalau mau tentram, memang harus ada kenyamanan yg dikorbankan. Yg terbaik emang di tengah2, tdk antipati tp jg tdk total mengamini. NB: saya kurang suka gaya bahasa para tokoh yg terlalu ceplas ceplos, menurut saya sdah kebablasan

  29. 5 out of 5

    Elly Kurniawati

    Bagaimana ya, biasa sih, nggak terlalu dalam. Alurnya lambat. Kurang mengena. Habis baca ya hilang nggak berkesan. Mengenai makna yang ditemukan habis baca buku. Ada sih, ingat sedikit mau bersirobok air mata. Masalahnya karena nggak berkesan, saya jadi lupa dimana. Bisa sih kalau untuk mengisi waktu di kala traveling. Kok negatif reviewnya? Saya cuma nggak nemu hal yang berkesan dari buku ini. Itu saja.

  30. 5 out of 5

    Rindra Primasari

    udah lupa sama sekali sama jalan ceritanya. selain bacanya emang udah dulu banget, dari sisi cerita sih kayaknya agak berat untuk saya mengerti. makanya jadi cepet lupa. hehe... tapi, ada satu hal yang masih terkenang. hidup kita sebenarnya sudah diatur dari lahir, mulai dari gender, nama, sampai agama sudah ditentukan oleh orangtua. terus?? tauk deh, apa maksudnya. oiya, ada satu lagi... Langit itu jenis kelaminnya nol. Jadi masih belum jelas, dia itu cewek apa cowok sih?

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...